June 18, 2016

Tentang Ikdar

Tentang Ikdar

Tanggapan Mantan Ketua Umum Ikdar, Juli 9, 2008. Oleh Rahmat Hidayat Pulungan

Banyaknya perbedaan pandangan, sikap dan tarik-menarik kepentingan dalam artinya yang positif dalam menentukan seperti apa sebaiknya IKDAR dan apa yang seharusnya dilakukan oleh IKDAR. Pada subtansinya didasari oleh dua hal; (1) Perbedaan cara pandang dalam melihat kondisi objektif, fakta-fakta sosial dan dinamika IKDAR (2). Perbedaan dalam cita-cita sosial dan keinginan-keinginan subjektif dari masing-masing alumni. Dengan perbedaan di atas implikasinya sudah tentu ada perbedaan corak dalam menerapkan strategi, taktik dan pola dalam mengembangkan IKDAR.

Menyatukan Persepsi yang Beragam

Perdebatan yang seringkali muncul di kalangan alumni dalam menyikapi IKDAR ada dalam posisi dan relasinya dengan Pesantren Daarul Rahman (PDR) itu sendiri. Banyak pandangan alumni yang mendorong IKDAR sudah seharusnya berkonsentrasi hanya pada jembatan komunikasi antar-alumni saja, kalaupun ada program kerja itu lebih ditekankan pada persoalan solidaritas sosial, upaya saling membantu dalam peningkatan aspek tertentu yang dihadapi para alumni itu sendiri, baik persoalan ekonomi, pendidikan, dakwah, dll.

Persamaan visi dan pembacaan atas persoalan yang terjadi diluar akan menjadi perekat di antara dua kalangan di atas. Selain faktor kekuatan visi dibutuhkan kematangan yang cukup dilapangan atau di dunia organisasi. Dua kondisi ini sangat membantu dalam memutar roda organisasi. Dibutuhkan kedewasaan dan kesabaran dalam mengurusi organisasi seperti IKDAR.

Langkah yang tepat dalam membangun hubungan IKDAR dengan segenap jaringan alumninya dengan PDR adalah hubungan yang saling menguatkan secara posisi dan eksistensi di antaranya. Pola relasi ini jauh lebih bisa diterima semua pihak. Pola ini juga akan mendorong  produktivitas di antara keduanya. Ini artinya, jika terjadi kemajuan di satu pihak maka pihak lain pun akan mengalami hal yang sama.

Anatomi Alumni sebagai peta menyusun rencana

Secara umum klasifikasi atau penggolongan alumni dapat didekati dengan tiga cara (1) pendekatan berbasis angkatan (2) pendekatan berbasis geografis (3) pendekatan berbasis profesionalisme atau sektoral seperti berbasis kampus. Ketiga pendekatan ini dapat digunakan sekaligus untuk membaca kekuatan dan kelemahan IKDAR dan juga bermanfaat dalam menyusun program untuk pengembangan jaringan alumni.

Sejujurnya dapat kita lihat bahwa secara konvensional hubungan antar alumni telah terjembatani dengan baik dengan pendekatan angkatan, geografis, kampus. Dalam perjalanannya hubungan ini menjadi lebih baik dengan pendekatan berbasis profesionalisme seperti mereka yang memiliki kesamaan profesi seperti, pers, LSM, birokrasi, da’i, pengelola lembaga pendidikan, dst.

Dengan peta di atas, maka Pengurus IKDAR periode ini menekankan programnya pada dua level, pertama, penguatan jaringan, kedua, peningkatan kapasitas. Adapun sektor yang menjadi titik tekan ada pada sektor penguatan  jaringan alumni yang masih studi di perguruan tinggi dan jaringan alumni yang memiliki lembaga pendidikan. Tentu dengan segenap keterbatasan yang kami miliki, pilihan-pilihan tersebut adalah pilihan strategis yang sudah pasti baru bisa dilihat hasilnya dalam waktu jangka panjang, sekalipun sekarang sudah dapat kita lihat dan rasakan.

Membangun Tradisi yang Sehat

Dalam kerangka membangun IKDAR sebagai organisasi yang kita cita-citakan bersama diperlukan sikap jujur dan terbuka. Sesuatu yang sangat sulit bagi kita semua, di satu sisi kita seolah-olah merasa memilikinya dan di sisi lain kita kesulitan memberikan perhatiannya baginya. Kita harus jujur ada banyak tradisi kita yang kurang sehat selama ini, baik karena disebabkan sistem yang selama ini ditanamkan ke kita atau karena problem pribadi kita masing-masing.

Tentu ke depan baik IKDAR sebagai organisasi, maupun alumni serta dari kalangan PDR itu sendiri sangat dibutuhkan sikap terbuka, saling menghargai dan saling membesarkan. Bukankah dengan langkah tersebut kita dapat berharap banyak terhadap IKDAR?

Berita ,
About agus